Dokumen yang Perlu Disiapkan Sebelum Umroh

Selain persiapan fisik, mental, serta persiapan barang-barang bawaan, penting pula bagi kita yang akan menunaikan ibadah umroh untuk mempersiapkan beberapa dokumen agar proses selama di perjalanan nanti lancar dan tidak mengalami kendala. Dokumen apa saja yang perlu disiapkan sebelum umroh?

1. Siapkan paspor

Paspor

Penting, kan mau keluar negeri hehehe. Paspor untuk umroh ini harus paspor yang masih berlaku paling tidak 7 bulan, dan nama yang tercantum pada paspor tersebut harus terdiri dari 3 suku kata. Misal: Dini Haiti Zulfany.

Bagaimana kalau nama lahir teman-teman hanya 2 suku kata? Tambahkan dengan nama orang tua. Kalau cuma 1? Tambahkan dengan nama orang tua + nama kakek.

Siapa yang membuatkan paspor? Apakah Travel umroh yang membuatkan?

Tidak.

Biasanya, travel tidak melayani jasa pembuatan paspor. Jadi, kita-lah yang harus mengurus sendiri urusan paspor ini.

Bagaimana prosedur pembuatan paspor untuk umroh?

Sama saja dengan ketika teman-teman akan membuat paspor biasa.

Ada dua cara untuk mendaftar yaitu cara manual dan online. Apabila ingin mengurus paspor secara online maka teman-teman harus mengunjungi situs http://www.imigrasi.go.id dan melakukan pengisian data online terlebih dahulu, kemudian baru mendatangi kantor imigrasi.

Bagi teman-teman yang di Pontianak, sebaiknya langsung urus di Kantor Imigrasi Kota Pontianak saja. Bagi yang di tempat tinggalnya tidak ada kantor imigrasi (seperti Kabupaten Sekadau tempat saya berdomisili saat ini), paspor bisa dibuat di Kantor Imigrasi Sanggau. Kalau mau ke Pontianak juga boleh sih. Tapi kalo ada yang lebih dekat, ngapaian jauh-jauh hehe.

PERSYARATAN PERMOHONAN PASPOR RI

 

1. Mengisi formulir permohonan paspor RI dengan benar dan lengkap (perdim 11, yang dapat diperoleh di kantor imigrasi);

2. Melampirkan berkas asli dan foto kopi identitas diri, antara lain ;

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Akte Kelahiran (KK) dan atau Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah;
  • Surat Kawin/Akte Nikah bagi yang telah menikah;

3. Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI;

4. Surat ganti nama (jika direncanakan akan dilakukan perubahan atau pergantian nama)

5. Surat Rekomendasi tertulis dari atasan atau pimpinan bagi mereka yang bekerja sebagai PNS, karyawan BUMN, TNI/Polri atau Karyawan Swasta;

6. Pemohon melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI).

 

PERSYARATAN  UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR (DIBAWAH 17 TAHUN)

 

1. Mengisi formulir permohonan paspor RI dengan benar dan lengkap (perdim 11, yang dapat diperoleh di kantor imigrasi);

2. Melampirkan berkas asli dan fotokopi identitas diri, antara lain;

  • akte lahir
  • KTP orang Tua
  • Kartu Keluarga
  • STTB/Ijazah, atau Akte Lahir Orang Tua
  • Surat Kawin/Nikah Orang Tua
  • Foto Kopi Paspor Orang Tua yang masih berlaku

3. Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI;

4. Melampirkan surat pernyataan tertulis materai Rp 6000 dari Orang Tua.

5. Pemohon melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI).

 

2. Suntik Meningitis untuk mendapatkan kartu kuning dari Dinas Kesehatan. 

Suntik meningitis harus dilakukan paling tidak 10 hari sebelum berangkat umroh.

Di mana teman-teman bisa melakukan suntik meningitis? Biasanya, rumah sakit menyediakan vaksin meningitis di musim haji. Jadi, setiap calon jama’ah bisa melakukan suntik meningitis di daerah masing-masing. Namun ketika bukan musim haji, ada juga petugas medis yang kebingungan saat ditanya whether or not vaksin meningitis tersedia di puskesmas/RS tempat mereka bekerja *pengalaman pribadi nih hahaha*

Lalu suntik meningitis di mana?

Bagi yang berdomisili di Kalimantan Barat, suntik meningitis bisa dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Pontianak. Alamatnya di Jl. Pak Kasih Gg. Merak III Block C No.1-2, Pontianak 0561-732540. Untuk yang berdomisili di daerah lainnya, bisa klik di sini.

Biayanya beragam. Ketika saya dan suami suntik, Desember 2012, kami dikenai biaya Rp. 200.000 per orang.

Oiya, jangan lupa siapkan fotokopi paspor juga ya saat akan suntik :)

Btw, apa guna vaksin meningitis ini? Gunanya, selain untuk melindungi jamaah dari penularan penyakit radang selaput otak/ meningits selama 3 tahun, kartu kuning yang didapat setelah vaksin ini penting pisaaan sebagai persyaratan pembuatan visa di kedutaan. Untuk visa, kita tak perlu pusing-pusing, karena pihak travel yang akan mempersiapkannya. Kita tinggal terima beres deh :)

3. Pas foto terbaru berwarna dengan latar belakang putih

Komposisi 80 % kepala dan20 % pundak. Ukuran 4 x 6 = 4 lembar  dan  Ukuran 3 x 4 = 3. Untuk jaga-jaga, tak ada salahnya siapkan lebih. Untuk wanita yang hari-harinya belum berjilbab, pasfoto harus berjilbab. Ntar balik umroh, jilbabnya jangan dilepas lagi ya ^^v

Wrapping it up into detail, kira-kira begini nih dokumen yang diperlukan untuk berangkat umroh:

A. Suami – isteri, dokumen yang dipersiapkan adalah :
1) Paspor suami,
2) Paspor isteri,
3) Pas foto terbaru background putih 80% zoom wajah, posisi wajah tidak miring, wanita memakai kerudung.
4) Buku Nikah asli,
5) Kartu Keluarga (KK) asli,
6) Kartu Kuning (Kesehatan), bukti sudah disuntik vaksin Maningitis.
7) Akte Kelahiran anak (bagi yang membawa anak)

B. Pria Dewasa, tidak bawa isteri, dokumen yang dipersiapkan adalah :
1) Paspor,
2) Pas foto terbaru
3) Kartu Kuning (Kesehatan), bukti sudah disuntik vaksin Maningitis

C. Perempuan di atas 45 tahun, tidak bawa suami, dokumen yang dipersiapkan adalah :
1) Paspor,
2) KK / KTP,
3) Pas foto terbaru
4) Kartu Kuning (Kesehatan), bukti sudah disuntik vaksin Maningitis

D. Perempuan di bawah 45 tahun, tidak bawa suami, dokumen yang dipersiapkan adalah:
1) Paspor,
2) KK / KTP,
3) Pas foto terbaru
4) Kartu Kuning (Kesehatan), bukti sudah disuntik vaksin Maningitis
5) Surat Mahram (Untuk surat mahram, cara pembuatannya bisa ditanyakan langsung pada Travel yang teman-teman pilih)

Semoga bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah Umroh. Semoga kembali ke tanah air menjadi insan dengan kualitas iman dan taqwa yang berlipat ganda :)

Persiapan Umroh

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah, saya dan suami awal tahun ini mendapat kesempatan berharga untuk menjadi tamu Allah. Kami dimampukan untuk laksanakan umroh :’)

Our very first umroh. There gonna be the next, Insya Allah.

Kami ikut paket umroh reguler 9 hari dari Molino Scout and Tourism Travel, yang bekerja sama dengan An Noor Travel Jakarta. Kami berangkat dari Pontianak pada 26 Januari 2013, dan kembali ke Pontianak pada 5 Februari 2013.

Berhubung ini adalah perjalanan kami yang pertama menuju tanah suci *Insya Allah akan ada yang berikut2nya hehe*, maka belum ada gambaran yang jelas tentang seperti apa nanti ya suasana di sana. Googling2, baca-baca pengalaman orang-orang yang sudah lebih dulu berangkat umroh, lumayan lah jadi tau harus siap-siap apa saja selama di sana. Anyway, every journey has its own story. Setiap perjalanan umroh, tentu tak sama. Ya kan?

Tapi jelas, walopun begitu, berhubung perjalanannya sama-sama dari Indonesia (especially kalo berangkatnya dari Pontianak), persiapan-persiapan yang akan saya share di sini semoga bermanfaat sebagai salah 1 referensi teman-teman sebelum menjalankan umroh.

Nah, selain persiapan fisik dan mental, persiapan barang-barang bawaan juga sangat penting. Bawa apa saja sih untuk umroh?

Pertama, siapkan 3 jenis tas: Tas Bagasi (Koper dorong, biasanya dikasih sama Travelnya), Tas untuk di Cabin (Ada travel yang siapkan, ada juga yang tidak), tas selempang/tas pinggang (Biasanya disiapkan oleh Travel).

Perlengkapan Tas Cabin

Berdasarkan pengalaman kami, untuk tas cabin, sebaiknya gunakanlah tas ukuran sedang yang ada rodanya supaya tak berat menjinjing. Atau, gunakan tas ambing/backpacker bag.

Isi tas cabin:

  1. AlQur’an yang biasa teman-teman gunakan untuk tilawah harian
  2. Buku bacaan/Buku doa umroh (biasanya disediakan Travel).
  3. Jaket (untuk di dalam pesawat)
  4. Gadget (HP, Laptop, Kamera, beserta chargernya, travel charger juga, penting pisaaan)
  5. Alat shalat
  6. Makanan ringan/obat-obatan (bukan obat dalam bentuk cairan)/vitamin
  7. Sandal (yang ringan2 saja)
  8. Alat tulis
  9. Sikat + pasta gigi, facial wash
  10. 2-3 helai pakaian dalam.
  11. Kacamata hitam

Teman-teman juga boleh pertimbangkan untuk memasukkan paling tidak 1 helai pakaian ganti, terutama jika akan menginap dulu sebelum berangkat ke Jeddah.

Perlengkapan Tas Bagasi

Isi tas bagasi:

  1. pakaian atasan/gamis
  2. Kain ihrom (khusus laki-laki, biasanya disiapin sama travelnya)
  3. pakaian tidur 3 helai
  4. celana panjang (untuk dalaman gamis)
  5. sepatu haji putih (pilih yang ringan agar nyaman).
  6. kantung sepatu
  7. tas pinggang atau tas selempang yang masuk mukena, tempat minum dan sepatu (buat ke masjid, buat tawaf dan sai, karena susah jika menitipkan sepatu di kotak penitipan masjid, mengingat masjidnya sangat besuar )
  8. masker/slayer. Kalo siang, puanasss.
  9. minyak kayu putih, balsem, obat-obatan. Untuk obat2an, boleh dimasukkan ke tas cabin asalkan bukan dalam bentuk cairan yang volumenya lebih dari 100ml.
  10. Vitamin C
  11. Mukena. Atau, jika teman-teman biasa berjilbab lebar, cukup bawa bawahannya saja. Untuk jaga-jaga jika shalat di hotel :)
  12. Handuk kecil, tissue basah.
  13. Payung (tapi gak bawa juga gpp sih)
  14. Kaos kaki, minimal 6 pasang.
  15. Pakaian dalam
  16. Sajadah
  17. Gunting (untuk tahalul)
  18. Perlengkapan kecantikan: sunblock, handbody, lipbalm
  19. Kantung kresek untuk cucian kotor
  20. Tas plastik yang bisa dilipat, ini kalo teman-teman berencana belanja oleh-oleh. Karena, biasanya sih, pergi bawa tas 2, pulang ke tanah air tasnya bisa ‘beranak’ jadi 4 hehehe.
  21. Tempat minum (untuk air zam-zam, buat dibawa ke hotel, atau buat dibawa saat sa’i)
  22. Perlengkapan mandi: sabun, shampoo, dll

Untuk yang laki-laki, mirip-miriplah. Jangan lupa bawa celana putih. Banyak dijual di toko perlengkapan haji dan umroh. Kalo di Pontianak, bisa beli di Toko Ahmadali di Pasar Sudirman, harga terjangkau :D *eaaak promosi :P*

Demikianlah beberapa perlengkapan umroh yang boleh teman-teman pertimbangkan untuk dibawa. Semoga bermanfaat dan menambah kekhusyuan ibadah umrah :)

“Labbaikallahummalabbaiik..”

Kunjungi juga “Tentang umroh” di sini:

1. Dokumen yang Perlu Disiapkan Sebelum Umroh

2. Persiapan Umroh: Ganti SIM Card

3. Umrah: Traveling Spiritual

4. Waktu Terbaik untuk Umrah

5. Tata Cara Umrah

6. Tempat dikabulkan berdoa saat haji dan umrah

7. Tips jitu lancar umrah

8. Lebih dekat dengan Rasulullah di tempat ini

9. Tempat Wisata ‘wajib’ saat umrah

10. Berburu oleh-oleh saat umrah

11. Tempat Suntik Vaksin Meningitis