<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>thekupu</title>
	<atom:link href="http://hazelniez.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hazelniez.wordpress.com</link>
	<description>the other world for me flying and having my dreams</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Sep 2011 14:00:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hazelniez.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>thekupu</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hazelniez.wordpress.com/osd.xml" title="thekupu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hazelniez.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tentang Warnet @ &amp; Ni</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/30/tentang-warnet-ni/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/30/tentang-warnet-ni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 13:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[career]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[@ &#38; Ni Cyber Seharusnya postingan ini muncul di blognya Abang Priana Ashri yang notabene penanggung jawab warnet yang akan saya tulis di sini. Tapi, berhubung beliau tersebut bukan tipikal blogger yang rajin update blognya sendiri, maka biar saya aja deh yang nulisin. Tentunya dengan izin bapak yang punya warnet @ &#38; Ni. Markilai, mari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=409&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/logo_warnet.jpg"><img class="size-full wp-image-410 " title="Warnet @ &amp; Ni" src="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/logo_warnet.jpg?w=519" alt="Designed by: Abang Priana Ashri"   /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">@ &amp; Ni Cyber</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Seharusnya postingan ini muncul di blognya <a href="http://www.blogger.com/sanggau.blogspot.com">Abang Priana Ashri</a> yang notabene penanggung jawab warnet yang akan saya tulis di sini. Tapi, berhubung beliau tersebut bukan tipikal blogger yang rajin update blognya sendiri, maka biar saya aja deh yang nulisin. Tentunya dengan izin bapak yang punya warnet @ &amp; Ni. Markilai, mari kita mulai membahas tentang Warnet @ &amp; Ni.</p>
<p style="text-align:justify;">Warnet ini berdiri pada 1 Agustus 2009 di Kabupaten Sekadau, kecamatan Sekadau Hilir, Desa Sungai Ringin. Letak warnet @ &amp; Ni tepatnya di Jl. Irian no. 137. Kalo orang Sekadau asli mengenal lokasi ruko warnet ini sebagai area pasar, karena memang dekat dari pasar Sekadau. Warnet ini menempati salah 1 dari 9 pintu ruko yang dimiliki oleh Ibu Suhaeni, yang adalah bibinya Abang Priana Ashri *halah, sebut aja suami saya kenapa sih ah ihihi*. Nah, sejejeran dengan ruko yang ditempati warnet ini, ada warung bakso, distro, toko helm, toko pertanian, gerai ponsel, penjahit, sampe warung kecil sederhana dan sekedar hunian saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Warnet ini termasuk salah satu warnet yang awal berdiri di Sekadau. Jadi, alhamdulillaah sejak pertama diresmikan 2 tahun lalu sampai dengan sekarang, sudah ada beberapa pelanggan setia yang senantiasa memenuhi tiap bilik kecil dalam warnet ini. Berhubung kadangkala roomnya kurang, suami saya pun menambahi fasilitas wi-fi untuk yang pengen ngenet pake laptop sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal berdirinya warnet ini, suami saya juga cobacoba untuk langsung sekalian ekspansi ke usaha percetakan. Yah, itung-itung juga mengimplementasikan skill design yang suami saya miliki. Hobi yang bisa menghasilkan uang kan seru, ga berasa cape kerjanya. Sehingga, jadilah @ &amp; Ni tak cuma warnet saja, namun jadi @ &amp; Ni group. Pertimbangannya, siapa tau kelak di masa yang akan datang, tak cuma warnet dan percetakan saja bisnis yang akan dijalankan, tapi juga usaha di bidang lain. Aamiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdirinya warnet @ &amp; Ni, selain atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa, tak lepas pula dari uluran tangan Bang Fadlie yang tubuhnya sampe terguncang demi ikut membantu Instalasi Jaringan warnet. Kisah lengkapnya boleh dibaca sendiri di blognya <a href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/malam-itu-tubuhku-terguncang.html">bangfad</a>. Awww, setelah diliat-liat ke belakang, ternyata pengerjaan warnet ini lumayan dekat sama milad saya yang ke 22 hihihi. Oiya, kebetulan *aaah, banyak amat kebetulannya siiih yaa* Bang Fadlie itu adalah kenalan saya di <a href="http://www.plurk.com/thekupu">plurk</a> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, kenapa warnet ini dinamai @ &amp; Ni? Sebagian dari temanteman barangkali berpikir bahwa @ &amp; Ni adalah singkatan dari Aci @ Dini. Hihihi. Not a hundred percent wrong sih. Sekarang sudah boleh diartikan begitu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sejarahnya warnet ini dikasi nama @ &amp; Ni adalah karena awalnya usaha ini merupakan usaha dengan investasi 3 saudara sepupu yang bernama: Aci, Nazwar dan Ilham. Maka, jadilah @ &amp; Ni. Aci, Nazwar &amp; Ilham. Tak cuma itu saja, berhubung ruko tempat eksisnya warnet ini adalah ruko milik bibi dari 3 saudara sepupu, yang kebetulan *ini kata manusia, kata Allah tak ada yang kebetulan* bernama SuhaeNi. Aci &amp; SuhaeNi? Boleh deeeh.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan itu saja filosofi di balik nama @ &amp; Ni. Jika dilafazkan huruf per huruf, @ &amp; Ni dibaca AdanNi. Nama kakek dari 3 saudara sepupu yang membawahi warnet ini adalah: Adeni. Mirip kaan? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Emang ga ada yang kebetulan deh di muka bumi ini. Eeeeh ternyata, Aci yang saat ini memegang tampuk kekuasaan *caelaaah bahasanyaaaa huahaha* warnet ini dikaruniai istri baikhati *uhuk* yang nama panggilannya Dinie. Voila! Jadilah @ &amp; Ni itu Aci dan Dinie ihihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah sekilas tentang warnet @ &amp; Ni. Sepertinya banyak betul kebetulan yang terjadi dalam cerita hidup kita, sebagaimana cerita mengenai awal mula berdirinya warnet @ &amp; Ni ini. Namun, kebetulan berlaku hanya untuk manusia. Untuk Allah, sedikitpun tak ada yang kebetulan. Semua sudah dirancang dengan indah dalam Lauhul Mahfudz, tertulis rapi di buku takdir. Maka, kalau semuanya sudah terjadi atas izin dan ridho Allah, masihkah kau berhak katakan ini campur tangan manusia? Wallahualam bishowab <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=409&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/30/tentang-warnet-ni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/logo_warnet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Warnet @ &#38; Ni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menertawakan Masa Lalu</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/29/menertawakan-masa-lalu/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/29/menertawakan-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 11:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[feeling]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Slamat tinggaaal, masa lalu aku kan melangkaaah.. Ah, pasti tak asing ya dengan lirik lagunya 5minutes itu. Termasuk salah satu lirik lagu paling oke yang saya suka tuh. Kebetulan *ini kata manusia, kalau kata Allah sih tak ada yang kebetulan even only a leaf falls from a tree * beberapa hari lalu, dari distro sebelah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=400&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_401" class="wp-caption aligncenter" style="width: 243px"><a href="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/masalalu.jpg"><img class="size-medium wp-image-401" title="Tertawa pada Masa Lalu" src="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/masalalu.jpg?w=233&#038;h=300" alt="" width="233" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Photo by: Rizki Fakhrurrazi</p></div>
<blockquote><p>Slamat tinggaaal, masa lalu aku kan melangkaaah..</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ah, pasti tak asing ya dengan lirik lagunya 5minutes itu. Termasuk salah satu lirik lagu paling oke yang saya suka tuh. Kebetulan *ini kata manusia, kalau kata Allah sih tak ada yang kebetulan even only a leaf falls from a tree <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> * beberapa hari lalu, dari distro sebelah, diputerin lagu ini. Duh, jadilah saya senyum jumawa sendiri. Teringat beberapa kisah di waktu lalu, kisah yang layak diingat tentunya. Yang jelek-jelek, sudah lama saya buang jauhjauh. Saya ambil hikmahnya aja deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Bicara masalalu lagi, sungguh klasik, basi, dan saya pun sudah pernah secara jelas dan tegas menuliskan apa itu <a href="http://wedonotgoblog.blogspot.com/2011/01/masa-lalu.html">masa lalu</a> di blog ini. Sungguh aneh menemukan beberapa manusia yang bisabisanya terkungkung dengan masalalunya. Masih agak mending kali ya kalau terkungkung sama masalalu sendiri, nah kalo terkungkungnya sama masalalu orang lain, sungguh kaasiihaan deh lu.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang membuat kita seringkali sulit maju. Masih suka sibuk dengan masa lalu orang lain. Sibuuuk bener. Saking sibuknya, sampai lupa bahwa yang punya masa lalu sudah tak sudi lagi bahas kisah purbakala yang telah lewat. Dan yang lebih kasihannya lagi, saking sibuknya dengan masa lalu orang lain, kita *ya, kita: saya dan temanteman, baik sadar ataupun tidak* seringkali tak mau tau perkembangan macam apa yang sudah dibuat oranglain saat ini, terlepas dari masa lalu yang mereka miliki. Miris ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau diutak atik dengan cara apapun, masa lalu pasti akan menjadi track record hidup kita. Takkan bisa kita hapuskan cerita masa lalu dari catatan sejarah hidup. Tapi, mari kita sepakati kalimat yang saya jadikan status facebook kemarin:</p>
<blockquote><p>there&#8217;s nothing on your bad memory you should take, but the lesson <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kita pelajari sejarah, kita ungkit masa lalu, tak lebih dari sekedar untuk ambil hikmahnya saja kan? Yup, itulah sebabnya Allah ciptakan 3 rentang waktu: kemarin, sekarang, dan akan datang. Yesterday, now, and future. Simple past tense, simple present tense, dan future tense. Just like a friend said in a social media, that life is X + X + X. Yesterday is an X, Now is an X, and Future is also an X. Yesterday is eXperience, Now is eXperiment, and Future is eXpectation. So, use your experience in your experiment to achieve your expectation.</p>
<p style="text-align:justify;">So, people. Why are you so worried of your own past? Just laugh on your bad memory in your past, take the lesson, coz we have future to mend it better <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=400&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/29/menertawakan-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/masalalu.jpg?w=233" medium="image">
			<media:title type="html">Tertawa pada Masa Lalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih Orang Tua, Kasih Tanpa Batas</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/28/kasihtanpabatas/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/28/kasihtanpabatas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 13:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostalgila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Kasih sayang orang tua itu limitless yah. Semakin saya sadari kebenaran kalimat tersebut setelah menikah. Teringat beberapa tahun lalu sebelum menikah, ibu saya seringkali mengingatkan: &#8220;Kita hidup bersama serumah kayak sekarang takkan selamanya. Akan ada waktunya nanti kakak tinggal dengan orang lain, entah dengan mertua atau hidup berdua dengan suami saja. Akan ada waktunya orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=397&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/sungkem.jpg"><img class="size-medium wp-image-398 aligncenter" title="sungkeman" src="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/sungkem.jpg?w=246&#038;h=163" alt="" width="246" height="163" /></a></div>
<div style="text-align:justify;">Kasih sayang orang tua itu limitless yah. Semakin saya sadari kebenaran kalimat tersebut setelah menikah. Teringat beberapa tahun lalu sebelum menikah, ibu saya seringkali mengingatkan: <em>&#8220;Kita hidup bersama serumah kayak sekarang takkan sel</em><em>amanya. Akan ada waktunya nanti kakak tinggal dengan orang lain, entah dengan mertua atau hidup berdua dengan suami saja. Akan ada waktunya orang tua dipanggil Allah&#8221;.</em> Waktu itu, kalimat tersebut tak begitu saya anggap sebagai sesuatu yang berarti. Just let it uttered from my mother&#8217;s mouth, came into my mind a while, then forgotten in minutes.</div>
<p style="text-align:justify;">Tapi sekarang, ketika saya telah berada di posisi yang ibu saya katakan, saat masa hidup bersama orang tua usai sudah, kalimat tersebut sungguh sesuatu *halah, tersyahrini deh :p*. Sangat terasa berbeda hari-hari yang saya lewati tanpa melihat wajah mereka setiap hari. Apalagi, saya memang belum pernah hidup jauh dari orang tua. Perpisahan saya dan orang tua setelah menikah benarbenar menyisakan air mata. Air mata saya, <a href="http://wedonotgoblog.blogspot.com/2011/04/air-mata-bapak.html">air mata bapak</a>, dan juga air mata ibu *sounds like judul sinetron jaman dulu ihihi*.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan alasan cinta kasih dari orang tua yang tak terbatas itulah, dari sejak saya lulus SD sampai dengan memutuskan untuk menikah, kedua orang tua saya memberikan kebebasan seluasluasnya pada saya dan adik2 saya untuk memilih di mana kami akan sekolah, ekstra kurikuler apa yang akan kami ikuti, dan yang terbaru: kapan saya ingin menikah. Tentunya, kebebasan yang disertai dengan pertimbangan dari mereka. Untuk menikah misalnya. Saya sudah ingin menikah itu dari sejak lama *walaupun masang targetnya pengen nikah di usia 23 sih*, namun kedua orang tua saya ingin saya selesai kuliah dulu, barulah menikah. Well, we deal for that.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk pilihan sekolah, kampus, pekerjaan, we are free choosing based on our own interest. Saya memilih MTsN 1, MAN 2, FKIP Bahasa Inggris Untan, menjadi penyiar <a href="http://www.volarefm.com/">Radio Volare</a>, mengajar di sana di situ di sono dan di manamana, terserah asalkan tidak merugikan diri saya. Adik saya setuju untuk sekolah di MTsN 1, MAN 1, FKIP Bahasa Inggris Untan, ikut MTQ bidang fahmil Qur&#8217;an, sampai menghabiskan waktunya di kamar main Play Station daripada wara wiri di luar juga terserah dia. Kami yang memilih, kami yang bertanggung jawab atas pilihan kami. Mereka selaku orang tua memberikan support terbaik yang mereka punya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika saya sudah menikah, kasih sayang mereka tak juga berkurang. Malah rasanya bertambah. Saya yang tinggal di kota berbeda dari mereka, setelah menikah pun masih &#8216;dimanjakan&#8217;. Lumayan sering dikirimi ini itu. Kalau minta sesuatu, besoknya langsung dikirim. Kalau ibu saya menemukan sesuatu yang berkaitan dengan saya, misalnya ngeliat bros warna pink pas lagi belanja, langsung deh tuh dibeliin. Atau ketika Ramadhan kemarin, ngeliat caikue yang biasanya jadi menu rutin untuk saya buka puasa, mewek dah beliau. Ah emak.. Begitupun bapak saya. Sejak menikah, saya makin sering smsan dengan bapak. Ah bapak&#8230;</p>
<p>Memang benarlah lirik lagu tersebut:</p>
<blockquote><p>Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.</p></blockquote>
<p>Kasih bapak juga donk tentunya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Countless thanks to my parents, and yours too <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=397&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/28/kasihtanpabatas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/sungkem.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/sungkem.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sungkeman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/sungkem.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sungkeman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang dewasa belum tentu dewasa</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/25/orang-dewasa-belum-tentu-dewasa/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/25/orang-dewasa-belum-tentu-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 13:50:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[feeling]]></category>
		<category><![CDATA[friendship]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Saya teringat pesan sebuah iklan rokok: tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Atau sebuah kalimat dalam wawancara yang saya simak sekilas: usia hanyalah sekedar angka. Begitulah. Tidak ada yang bisa menjamin semua orang dewasa bersifat dewasa. Adult doesn&#8217;t mean mature. Sebagaimana seringkali juga kita saksikan di muka bumi, anak kecil masakini telah tumbuh &#8216;dewasa&#8217; sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=392&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya teringat pesan sebuah iklan rokok: tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Atau sebuah kalimat dalam wawancara yang saya simak sekilas: usia hanyalah sekedar angka. Begitulah. Tidak ada yang bisa menjamin semua orang dewasa bersifat dewasa. Adult doesn&#8217;t mean mature. Sebagaimana seringkali juga kita saksikan di muka bumi, anak kecil masakini telah tumbuh &#8216;dewasa&#8217; sebelum waktunya. Meskipun, yaah, kalimat barusan lebih sering bermakna negatif daripada positif.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa sebetulnya ciri-ciri seseorang bisa kita katakan dewasa? Beragam dan sangat relatif. Jika menurut saya seseorang yang hampir tiap menit ganti display picture dan personal message di BBM tidak dewasa, belum tentu menurut yang lain begitu. Atau, jika menurut suami saya terlalu banyak berkicau yang remeh temeh adalah hal yang tidak dewasa, belum tentu menurut saya begitu. Ah, memang agak sulit ketika kita harus menghakimi seseorang whether or not dia bersifat dewasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Anyway, saya rasa sebagian besar orang sependapat bahwa sifat dewasa itu diartikan sebagaimana paham waktu dan situasi dia harus berkata dan bertindak, untuk kemudian berani bertanggung jawab dengan segala ucapan dan perilakunya. Selain juga bertingkah laku sesuai dengan ucapannya, tentunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersifat dewasa, *kalau yang ini menurut saya ya hehe* berarti berani bersikap ksatria. Ketika merasa salah, ya akuilah bahwa ucapan atau perbuatan kita salah. Perkara oranglain bersedia memaafkan atau tidak, biarkanlah menjadi urusan hatinya dengan Sang Maha Pembolakbalik hati. Toh, mengutip Mario Teguh, setiap kesalahan bisa dimaafkan meskipun tidak semua kesalahan bebas dari tanggungjawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Bicara tentang maaf-maafan, di bulan Syawal ini memang sebaiknya tak elok mengingatingat perkara yang telah lalu, kecuali mengambil hikmahnya saja. Jika Allah saja Maha Pemaaf, masa siiih kita tak ingin menjadi lebih dewasa dengan &#8216;mengadopsi&#8217; sifat Allah yang Pemaaf? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pertimbangan pula untuk memaafkan khilaf seseorang: Ketika muncul permintaan maaf, kadangkala tak sekedar sesali khilaf belaka, namun lebih karena utk hargai ukhuwah yang telah lama terjalin. Maka, jika pintu maaf belum terbuka, dan tak kau jumpakan aku untukmu lagi, jangan kau sesali setitik egomu ketika kau abaikan pinta maafku <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Setuju? Saya setujuuu. Meskipun saya sendiri, di usia 24 tahun ini, masih sedang menjajaki diri menuju tahap ideal tersebut. Marilah mari kita samasama berbenah sendiri, selagi hayat masih di kandung badan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=392&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/25/orang-dewasa-belum-tentu-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segera selesaikan kuliahmu, nak</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/24/selesaikankulia/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/24/selesaikankulia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 06:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, si ganteng alias adik saya Nizamuddin Arriyadhi mulai menjadi mahasiswa FKIP Bahasa Inggris di Universitas Tanjungpura. Sama dengan saya? Jurusan dan program studinya sama, tapi jam belajarnya beda. Yoih, adik saya ambil kelas reguler B. Sementara itu, salah satu siswa saya di kelas IPA MAN 2 Pontianak, sebut saja namanya Arif Cahyo Imanuddin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=387&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://obit.staff.umm.ac.id/rules-and-regulations-for-undergraduate-thesis-consultation/"><img class="size-medium wp-image-388 aligncenter" title="kuliah" src="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/kuliah.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini, si ganteng alias adik saya Nizamuddin Arriyadhi mulai menjadi mahasiswa FKIP Bahasa Inggris di Universitas Tanjungpura. Sama dengan saya? Jurusan dan program studinya sama, tapi jam belajarnya beda. Yoih, adik saya ambil kelas reguler B. Sementara itu, salah satu siswa saya di kelas IPA MAN 2 Pontianak, sebut saja namanya Arif Cahyo Imanuddin *nama sebenarnya*, kuliah di jurusan dan prodi yang sama dengan saya, dengan jam belajar yang sama juga, kelas pagi alias regular A. Nah, pagi tadi keduanya nanya-nanya ke saya tentang dunia kuliah. A lot of things they asked.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya, bukan tadi pagi saja saya ditanyai tentang dunia perkuliahan, especially di FKIP Bahasa Inggris tempat saya menimba ilmu. Jauh hari sebelum saya selesaikan skripsi, sebagian siswa saya di MAN 2, di bimbel, di kursusan sudah cukup banyak bertanya tentang seperti apa kuliah nanti. Maka, saya yang saat itu sudah kuliah pun berbagi apa yang saya tau dan saya alami. Berdasarkan pengalaman pribadi tentunya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Bicara tentang kuliah, saya jadi teringat di awal-awal kuliah dulu, ada kalimat selewat yang mampir di telinga kami *saya, Linda, dan Fika yang dari awal kuliah sampe dengan selesai hampir selalu bersama-sama*. Sederet kalimat yang berbunyi:<em> &#8220;Aaah, di awal kuliah sih emang rajin, semangat 45. Tapi liat lah nanti kalo udah di tengah-tengah menuju akhir, pasti ilang tuh semangat di awal.&#8221;</em> Sebagai mahasiswa baru, waktu itu kami percaya aja deh. Tapi, setelah kami jalani, alhamdulillaah kalimat tersebut, sama sekali tidak terjadi pada kami. Sempat agak lemes ketika kerjakan tugas, ya. Tapi tidak sampai kehilangan semangat sama sekali sehingga harus membuat kami berhenti kerjakan tugas maupun skripsi. Rugi doonk.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, beberapa senior yang kami kenal, baik di fakultas yang sama maupun fakultas lainnya, kentara sekali mengalami penurunan semangat untuk selesaikan studi mereka. Yah, saya pribadi menilainya dari lamanya waktu studi mereka. Idealnya, kalo di Untan sih ya, kuliah itu bisa diselesaikan dalam waktu 3,5 &#8211; 5 tahun. Untuk mahasiswa di beberapa fakultas, selesai dalam waktu 3,5 tahun mah gampang. Tapi di fakultas tertentu lainnya, bisa selesai 4,5 tahun sudah bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu, jikalau ada beberapa rekan, baik rekan senior, seangkatan maupun junior yang selesaikan kuliah sampai lebih dari 5 tahun, saya golongkan sebagai mahasiswa yang semangatnya sempat meredup. Kenapa demikiaaan? Sebelumnya, maaf yeee untuk yang tersinggung hehehe.. Ini hanya analisa saya, sekaligus juga siapa tau bisa jadi sedikit motivasi untuk cepat-cepat hengkang dari kampus heheh.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kenapa sih seorang atau beberapa orang mahasiswa bisa sampai menurun semangatnya untuk selesaikan kuliah? Menurut saya pribadi, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan atau faktor eksternal.</p>
<p>Faktor internal antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Malas.</strong><br />
Ini sepertinya menjadi alasan paling banyak mendera mahasiswa tingkat akhir. Sewaktu kuliah, saya cukup sering nongkrong di kantin kampus dan mendengar langsung alasan ini dari beberapa teman. Ah, sebagian besar malah. Bahkan, saya pun pernah kok mengalaminya ihihi. Tapi alhamdulillaah segera terbangun dari rasa malas ketika teringat motivasi yang saya punya supaya bisa segera hengkang dari kampus tercinta.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Kurang memiliki motivasi.</strong><br />
Ini juga sebetulnya yang membuat beberapa mahasiswa tingkat akhir sulit lepas dari rasa malasnya. Punya motivasi itu sangat perlu. Waktu itu, ketika malas pelan-pelan menghampiri saya, dan saya mulai terlena, saya munculkan segera motivasi saya. Antara lain: Saya tak mau kecewakan orang tua. Kalau menuruti rasa hati siih, saya merasa waktu itu sudah dalam zona aman dan cukup nyaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa gelar s1, saya bisa mengajar di sanasini, saya bisa menjadi dosen, saya sudah punya kerjaan kok. Tapi, berhubung sayalah yang memulai belajar di FKIP Bahasa Inggris Untan kala itu, maka saya pula yang harus selesaikan studi saya. Membahagiakan kedua orang tua yang sampai hari ini selalu membuat saya bahagia. Selain itu, memberi contoh kepada adik-adik saya bahwa kalau kuliah nanti, jangan sampai berhenti di tengah jalan karena itu berpotensi menyakiti hati kedua orang tua kita. Begitulah beberapa motivasi yang saya punya. Oh 1 lagi, waktu itu saya pengen nikah ihihi. Walopun menikah tak perlu ijazah s1 dan tak penting lah gelar S.Pd di undangan walimah, tapi bagi orangtua saya saat itu, lebihbaik selesaikan kuliah dulu baru deh nikah. Alhamdulillah yahh, I got both now <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Sibuk cari uang</strong><br />
Alasan yang ketiga ini sangat banyak saya temukan di kampus saya. Memang sulit mencari mahasiswa prodi Bahasa Inggris yang tidak mengajar. Rata-rata teman saya waktu itu, minimal mengajar di 1 tempat les. Bahkan ada yang mengajar di sekolah. Ah, yang ngajar di kampus aja ada kok :p Tak hanya mahasiswa prodi Bahasa Inggris saja yang rajin bekerja, dari fakultas dan prodi lain pun tentunya tak kalah banyak. Ada yang sambil bisnis suvenir, sambil kerja sebagai SPG, kerja sebagai administrasi kantor, jadi guru ngaji, sambil jadi penyiar, ah macem-macem profesi deh. Mahasiswa yang bekerja itu emang keren siih B-)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Time management yang buruk.</strong><br />
Keenakan cari duit, rupanya lupa untuk atur skala prioritas. Jeleknya, pengaturan waktunya jadi kacau. Lupa kalau masih kuliah. Lupa kalau nyusun skripsi itu melibatkan dosen yang jauh lebih sibuk daripada sekedar mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Salah seorang dosen pembimbing saya pernah cerita ke saya, ada mahasiswa bimbingannya yang ketika diminta untuk datang jam sekian untuk konsultasi skripsi malah bilang gak bisa karena tabrakan sama jadwal ngajar. Pliss deh. Kalau sudah seperti ini, sebaiknya ngajarnya dipending dulu deh. Kalo perlu, ketika sudah masuk fase nyusun skripsi yang memerlukan fokus lebih tinggi dan lebih banyak waktu untuk konsultasi dengan dosen, kurangi dulu lah jam kerjanya. Karena, tak bisa juga kita salahkan dosen untuk perkara yang sebetulnya menjadi kekurangan kita sebagai mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Cuti.</strong><br />
Cuti nikah, cuti hamil, cuti beasiswa, cuti program pertukaran pelajar, dan cuti-cuti lainnya membuat mahasiswa terpaksa jadi lama selesaikan studinya. Asalkan habis cuti jangan malah jadi lupa aja sih ya kalo masih ada kuliah yang harus dilanjutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu beberapa Faktor internal yang saya rangkum menjadi 5 items. Kalau temanteman merasa bahwa tak satupun dari 5 faktor itu ada di diri temanteman, maka barangkali beberapa faktor eksternal ini yang jadi penyebab mandegnya studi:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Dosen sibuk</strong><br />
Namanya juga dosen, ya wajar kali ya kalo sibuk. Tapi kadangkala ada juga dosen *yang menurut pandangan mahasiswa* sibuknya udah kebangetan. Seperti lupa kalo punya bimbingan. Susah beuudz mau ketemuan doang. Sering mondar mandir ke luar negeri pula. Waduuuh, repot ya. Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi dosen super sibuk begini. Buat appointment yang rapi dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalo semisal sampe 3x appointment dilanggar oleh dosen yang bersangkutan, mendingan segera ke pihak akademik atau pihak berwenang untuk minta diganti dosen pembimbing. Rugi donk menghabiskan waktu yang berharga untuk menunggu dosen sibuk yang tak kunjung bisa ditemui.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Riset yang dipilih terlalu sulit.</strong><br />
Ini juga pernah dialami beberapa teman saya. Judulnya ketinggianlah, sulit diaplikasikan di sekolah lah, ini lah, itu lah, blah blah blah. Hasrat hati ingin punya judul skripsi yang terkesan bombastis dan sophisticated, apa daya sarana dan prasarana belum memadai. Hasilnya, judul dirombak, riset ngulang dari awal. Aiih, ribet sendiri deh. Saya jadi teringat pesan papanya sahabat saya, Herlianti Anissa. Kata beliau, kalau untuk studi yang &#8216;cuma&#8217; s1, jangan terlalu kedepankan idealisme lah. Nanti kalau mau s2 atau s3, silakan keluarkan semua idealismenya. Yaaah, asal jangan skripsi minta dibikinin orang lain aja. Kalo kayak gitu sih namanya curang dan memalukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Dosen menyimpan sentimen pribadi.</strong><br />
Hal ini pernah saya tanyakan di awal ospek dulu. Oscama namanya. Dalam auditorium Untan, dengan suara merdu *cieee, ini kata Linda loh ihihi* saya bertanya pada dosen atau bahkan dekan dari fakultas entah apa: &#8220;Pak, apakah ada dosen yang sentimen dengan mahasiswanya?&#8221;. Pertanyaan saya mendapat tepuk tangan meriah dari beberapa senior yang nonton dari atas audit. Prok prok prok prok. Ge er deh saya jadinya :p Daaaan, ternyata jawaban bapak tersebut: &#8220;Tidak ada dosen yang sentimen dengan mahasiswa&#8221;. Well, setelah alami sendiri proses perkuliahan, saya tidak bisa sepenuhnya setuju dengan jawaban bapak tersebut. Karena, jujur saja, memang ada dosen yang menyimpan sentimen pribadi pada mahasiswa. Terlihat dari perlakuan dosen pada mahasiswa kok.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, tentu sebagai mahasiswa, kita harus berfikir fair. Pasti ada penyebabnya kenapa seorang dosen bisa sampe sentimen ke mahasiswa. Tak mungkin dosen tiba-tiba sentimen. Barangkali ada sikap mahasiswa selama di kelas yang tidak berkenan di hati dosen. Nah, kalau temanteman merasa bahwa ada dosen yang menimbulkan gejala sentimen, sebaiknya segera caritau penyebabnya. Jangan biarkan berlarut-larut, karena harus diakui, selama di kampus &#8216;nasib&#8217; ada di tangan dosen.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersikap baiklah selama di kampus. Biarin aja orang lain beranggapan kita cari muka kek, &#8216;menjilat&#8217; dosen kek, ah terserah deh. Biarlah orang berkata apaaa. Toh, bersikap baik dan sopan sama dosen adalah salah satu akhlak mahmudah, sopan terhadap yang lebih tua #eaaaa :p</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah, temanteman. Seperti apapun sulitnya perjalanan mengarungi bahtera di dunia kuliah, kobarkanlah terus semangat yang membara dalam tiap langkah temanteman. Buatlah catatan sejarah yang baik. Jika ingin dikenang sebagai seorang alumni fakultas dengan prestasi cumlaude, buatlah dari sekarang. Gelar yang hanya s1 memang bukan apa-apa. Tapi perjalanan menuju ke sana menjadi sebuah pertanda, bahwa kita menghargai proses belajar, bagaimana kita menghargai kejujuran, dan pada akhirnya kepuasan tersendirilah yang akan kita raih.</p>
<p>Selamat melanjutkan perjuangan di bangku kuliah. Semoga keluar dari kampus dengan hasil gilang gemilang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=387&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/24/selesaikankulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/kuliah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kuliah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum memakai emas</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/23/hukum-memakai-emas/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/23/hukum-memakai-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 13:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[dream]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Wah, bulan ini banyak yang nikah ya. Bahagianyaaa. Semakin banyak yang laksanakan sunnah rasul, ibadah penyempurna setengah dien. Ya, menikah adalah ibadah, ibadah paling indah dan paling disukai ummat Rasulullah SAW. Ada sebuah riwayat: &#8220;Rasulullah saw. datang dan bertanya: apakah kalian yang mengatakan begini dan begini? Sesungguhnya saya lebih bertakwa dan lebih khusyu&#8217; kepada Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=380&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<div id="attachment_381" class="wp-caption aligncenter" style="width: 209px"><a href="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/akad_buku_nikah_1-edit.jpg"><img class="size-medium wp-image-381" title="Dinie Aci" src="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/akad_buku_nikah_1-edit.jpg?w=199&#038;h=300" alt="Sah " width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Photo by: Ivvan Fardyan</p></div>
<p>Wah, bulan ini banyak yang nikah ya. Bahagianyaaa. Semakin banyak yang laksanakan sunnah rasul, ibadah penyempurna setengah dien. Ya, menikah adalah ibadah, ibadah paling indah dan paling disukai ummat Rasulullah SAW. Ada sebuah riwayat: &#8220;Rasulullah saw. datang dan bertanya: apakah kalian yang mengatakan begini dan begini? Sesungguhnya saya lebih bertakwa dan lebih khusyu&#8217; kepada Allah swt. Di bandingkan kalian, akan tetapi saya tetap berpuasa dan saya juga berbuka, saya juga shalat dan istirahat (berbaring), dan saya juga menikahi perempuan, maka barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka dia bukan dari umatku&#8221;. (Muttafaqun &#8216;alaih, di sepakati oleh Bukhari dan Muslim).</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">Sayangnya, pernikahan masa kini sepertinya banyak sekali tuntutannya. Selain beberapa hal yang sudah pernah saya bahas di <a href="http://wedonotgoblog.blogspot.com/2009/12/walimah-masa-kini.html">sini</a>, tuntutan lainnya juga mau tak mau muncul dari masyarakat Indonesia yang masih enggan tinggalkan adat istiadatnya. Walaupun sebetulnya, adat istiadat itu bertentangan dengan hukum agama. Well, saya memang tidak ahli untuk urusan fiqih atau yang beginian. Tapi paling tidak, untuk tulisan kali ini, saya merujuk kepada ahlinya, mencari referensi hadits-hadits shohih yang mudah-mudahan bisa menambah khazanah kita tentang fiqih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">Ada beberapa perkara yang sangat saya sayangkan dalam pernikahan di masyarakat sekitar yang seharusnya berjalan sakral, khidmat, bernilai ibadah di mata Allah, tapi &#8216;terpaksa&#8217; dicampur adukkan dengan hal-hal tak perlu, bahkan tak jarang perkara yang kita sudah tau hukumnya haram. Contoh yang umum adalah cincin kawin.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">Dalam sebuah pernikahan, tak afdhol rasanya kalau tak ada prosesi pemasangan cincin kawin, bahkan tukeran cincin. Dan sayangnya, cincin yang dipake biasanya emas. Nah, lakilaki pakai emas kan haram. Bukan saya yang bilang, tapi Rasulullah: Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Pembahasan komplitnya bisa dibaca sendiri di <a href="http://sigitwahyu.net/fikh/hukum-laki-laki-memakai-cincin-nikah.html">sini</a> dan <a href="http://blognyasukmasuci.wordpress.com/2010/04/22/haram-bagi-laki-laki-memakai-emas-sutera/">sini</a>.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">Sayang sekali kan kalau ibadah yang nilainya sama dengan separuh agama harus ternoda nilainya dengan perkara haram. Rugi aja gitu ya rasanya kalo sampai jadi tak berkah, atau berkahnya berkurang akibat suatu hal yang kita sudah tau hukumnya, tapi masih kita laksanakan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Yah, semoga saja yang sudah terlanjur pake emas di hari akad nikahnya, waktu itu belum tau tentang hukum pakai emas untuk lelaki, dan kalaupun sudah tau, semoga diampuni Allah dan tetep diberkahi pernikahannya. Yang belum akad nikah tapi sudah berencana akan ada prosesi tuker cincin, ayoo coba bujuk lagi orang tuanya dan kasi pengertian ke mereka sekali lagi, oke. Atau, kalopun emang pengen menjadikan itu sekedar sebagai simbol pernikahan, yang lakilaki cincinnya jangan yang terbuat dari emas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">Selain tukeran cincin, adat lain yang bertentangan dengan syariah Islam adalah prosesi tepung tawar. Kalo tentang ini, sebelum menikah dulu rupanya suami saya *waktu itu masih calon* sudah browsing sana sini. Maklum, kami berdua samasama dari suku melayu yang kalo adakan akad nikah, umumnya orang pake adat tepung tawar atau cucur air mawar. Maka, demi mencegah terjadinya campur aduk sunnah dalam pernikahan kami kala itu, dikasi deh beberapa artikel ini ke keluarga kami:</div>
<p>1. <a href="http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=79935:jangan-buat-sunnah-gado-gado&amp;catid=25:artikel&amp;Itemid=44">Jangan buat sunnah gado-gado</a><br />
2. <a href="http://laksmisweet.blogspot.com/2008/07/fw-drillers-fw-aliflamha-peusijuek_31.html">Hukum upacara tepung tawar</a><br />
3. <a href="http://www.indiavideo.org/indonesian/kerala/life/groom-welcoming-marriage-997.php">Video upacara tepung tawar yang ternyata aslinya dari Hindu</a></p>
<div style="text-align:justify;">Itulah beberapa hal tentang pernikahan yang telah kami jalankan. Alhamdulillaah, ketika akad nikah kami, tak ada prosesi tukeran cincin. Hanya saya yang pake cincin. Bisa liat sendiri di foto di atas kan, tangan suami saya ga pake cincin hehehe. Dan juga, prosesi cucur air mawar yang tadinya keukeuh pengen ibu saya laksanakan, berhasil dicegah dengan bujuk dan rayuan maut calon mempelai pria yang saat ini telah menjadi suami saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Alhamdulillaah yaa..</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">Kami doakan, semoga teman-teman yang dalam waktu dekat berencana menikah, prosesi pernikahannya lancar, bebas dari campur aduk adat istiadat yang dalam syariah Islam hukumnya haram, serta penuh berkah. Pernikahan yang penuh berkah akan membawa berkah pula bagi sekeliling kita, tak hanya untuk kedua mempelai saja, Insha Allaah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=380&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/23/hukum-memakai-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/akad_buku_nikah_1-edit.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Dinie Aci</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tutup aurat dimanamana</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/22/tutup-aurat-dimanamana/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/22/tutup-aurat-dimanamana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 13:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[friendship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmaanirrahiim. Tulisan ini saya buat karena saya cukup sering melihat beberapa muslimah yang sudah diberi kemudahan oleh Allah untuk berjilbab, tapi dengan mudahnya memajang foto tanpa jilbab di ranah publik. Barangkali tanpa pikir panjang, mereka jadikan foto tanpa jilbab sebagai foto profil di facebook, display picture di BlackBerry Messenger, atau avatar di twitter. Kalaulah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=383&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><a href="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/aurat.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-384" title="Jangan lupa tutup aurat" src="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/aurat.jpg?w=519" alt=""   /></a></div>
<div style="text-align:center;">Bismillahirrahmaanirrahiim.</div>
<div style="text-align:justify;">Tulisan ini saya buat karena saya cukup sering melihat beberapa muslimah yang sudah diberi kemudahan oleh Allah untuk berjilbab, tapi dengan mudahnya memajang foto tanpa jilbab di ranah publik. Barangkali tanpa pikir panjang, mereka jadikan foto tanpa jilbab sebagai foto profil di facebook, display picture di BlackBerry Messenger, atau avatar di twitter. Kalaulah yang melihat hanya sesama muslimah, tentu tak mengapa. Maka sebagai sesama muslimah, saya merasa cukup kesal. Karena, sayang sekali rasanya kalau aurat yang seharusnya kita jaga untuk yang boleh melihat saja, kita pertontonkan kesana kemari <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> Kewajiban berjilbab sudah cukup sering dibahas dimanamana. Di internet, dijadikan kultwit, dibahas di talkshow di TV maupun radio, banyak. Temanteman muslimah tentulah sudah tau bahwa Allah sudah dengan tegas berfirman dalam QS Al Ahzab:59 serta An Nur: 31 tentang perintah menutup aurat. Juga pastilah sudah pernah mendengar atau membaca beberapa hadits Rasulullah SAW mengenai hal ini. Salah satunya berbunyi: Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua golongan <strong>ahli neraka</strong> yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang lain dan para <strong>wanita yang berpakaian tapi auratnya terlihat, yang</strong><strong> berjalan melenggak-lenggok, sedangkan kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring. Mereka itu tidak akan masuk ke dalam surga dan juga tidak akan mencium bau surga.</strong> Padahal, harum semerbak surga itu dapat dirasakan dari jarak yang begini dan begini.” [Muslim 6/168]</p>
<p>Di luar pembahasan syurga dan neraka yang adalah hak prerogatif Allah, alangkah baiknya jika sebagai muslimah, kita lakukan usaha maksimal untuk perintah Allah yang satu ini. Menutup aurat tak hanya ketika berpergian ke luar rumah atau ke kantor saja, tapi juga ketika akan melakukan interaksi sosial dengan rekan yang statusnya mahram (tidak boleh dinikahi). Baik interaksi di dunia nyata, juga interaksi di dunia maya.</p>
<p>Sayang sekali rasanya jika saat ini kita yang sudah dikenal sebagai muslimah berjilbab, kemudian pajang foto tanpa jilbab. Barangkali maksudnya pengen ikut berbagi ke temanteman sesama muslimah kecantikan kita ketika ga pake jilbab itu ya. Tapi percayalah, alangkah baiknya kalau memang niatnya begitu, dibagikan lewat room chat pribadi saja. Karena, sekali lagi, menutup aurat di hadapan mahram adalah perintah Allah. Kecuali, kalau temanteman sudah masuk dalam golongan muslimah yang tak wajib lagi menutup aurat, sebagaimana firman Allah:</p>
<p>&#8220;Dan perempuan-perempuan yang sudah putus haidhnya dan tidak ada harapan untuk kawin lagi, maka tidak berdosa baginya untuk melepas pakaiannya, asalkan tidak menampak-nampakkan perhiasannya. Tetapi kalau mereka menjaga diri akan lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.&#8221; (an-Nur: 60)</p>
<p>Demikianlah temanteman. Hargailah diri kita dengan niat karena perkara ini, Allah yang perintahkan. Semoga kedepannya, kita yang muslimah dan juga temanteman muslim bisa saling mengingatkan untuk hal penting lainnya yang mungkin masih kita anggap sepele. Watawwa shoubil haq <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Selamat berjilbab cantiiik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=383&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2011/09/22/tutup-aurat-dimanamana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hazelniez.files.wordpress.com/2011/09/aurat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jangan lupa tutup aurat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Tarbiyah Characters (Muwashofat Tarbiyah)</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2009/10/06/10-tarbiyah-characters-muwashofat-tarbiyah/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2009/10/06/10-tarbiyah-characters-muwashofat-tarbiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 02:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[PKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[1. Salimul Aqidah (Good Faith) Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=369&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">1. Salimul Aqidah (Good Faith)</p>
<p style="text-align:justify;">Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Shahihul Ibadah (Right Devotion)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Matinul Khuluq (Strong Character)</p>
<p style="text-align:justify;">Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).</p>
<p style="text-align:justify;">4. Qowiyyul Jismi (Physical Power)</p>
<p style="text-align:justify;">Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya. Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align:justify;">5. Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly)</p>
<p style="text-align:justify;">Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).</p>
<p style="text-align:justify;">6. Mujahadatun Linafsihi (Continence)</p>
<p style="text-align:justify;">Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).</p>
<p style="text-align:justify;">7. Harishun ‘ala Waqtihi (Good time management)</p>
<p style="text-align:justify;">Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Munazhzhamun fi Syu’unihi (Well Organized)</p>
<p style="text-align:justify;">Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Qodirun ‘alal Kasbi (Independent)</p>
<p style="text-align:justify;">Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.</p>
<p style="text-align:justify;">10. Naafi’un Lighoirihi (Giving Contribution)</p>
<p style="text-align:justify;">Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=369&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2009/10/06/10-tarbiyah-characters-muwashofat-tarbiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesungguh-sungguhnya Kontes Kecantikan</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2009/07/28/sesungguh-sungguhnya-kontes-kecantikan/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2009/07/28/sesungguh-sungguhnya-kontes-kecantikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 00:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Tidakkah kita lihat ini adalah kontes yang betulbetul indah? Subhanallah&#8230; Hidayatullah.com&#8211;Aya Ali al-Mulla dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan Arab Saudi di Riyadh, Jumat (24/7). Dia mengalahkan 274 pesaing dan berhak atas hadiah uang, perhiasan, mahkota, dan perjalanan ke Malaysia. Semuanya diperoleh tanpa memperlihatkan wajah yang terus tertutup cadar. Dengan baju hitam abaya yang menutupinya dari ujung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=366&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;">Tidakkah kita lihat ini adalah kontes yang betulbetul</h1>
<h1 style="text-align:center;">indah? Subhanallah&#8230;</h1>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img title="Aya Ali al Mulla" src="http://images.thufailalghifari.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/Sm3GBgoKCmoAAAKXnvE2/Aya-Ali-al-Mulla.jpg?et=JzcwRl%2BJvWIhDLCrhVUtgw&amp;nmid=270495063" alt="Ratu Kecantikan, tetap bercabar" width="200" height="300" /><p class="wp-caption-text">Ratu Kecantikan, tetap bercadar</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hidayatullah.com&#8211;Aya Ali al-Mulla dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan Arab Saudi di Riyadh, Jumat (24/7). Dia mengalahkan 274 pesaing dan berhak atas hadiah uang, perhiasan, mahkota, dan perjalanan ke Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">Semuanya diperoleh tanpa memperlihatkan wajah yang terus tertutup cadar. Dengan baju hitam abaya yang menutupinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, gadis berusia 18 tahun itu disebut sebagai ”Ratu Kecantikan Moral”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kontes ini sama sekali tidak ada sesi memakai baju renang atau gaun malam, seperti biasa dilakukan pada kontes kecantikan. Selain mendapatkan hadiah, pemenangnya juga harus menjalani ujian selama tiga bulan, harus membuktikan bakti kepada orangtua, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak jelas apa yang dilakukan Mulla hingga dia dapat mengalahkan pesaingnya. Akan tetapi, harian Al-Watan melaporkan, gadis lulusan SMA itu memiliki nilai bagus dan berharap dapat melanjutkan ke sekolah kedokteran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kontes kecantikan yang fokus pada kecantikan fisik tidak pernah ada pada kebudayaan Arab. Penyelenggara Kontes Kecantikan Moral ini, Khadra al-Mubarak, menyatakan tetap fokus pada kecantikan dari dalam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=366&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2009/07/28/sesungguh-sungguhnya-kontes-kecantikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.thufailalghifari.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/Sm3GBgoKCmoAAAKXnvE2/Aya-Ali-al-Mulla.jpg?et=JzcwRl%2BJvWIhDLCrhVUtgw&#38;nmid=270495063" medium="image">
			<media:title type="html">Aya Ali al Mulla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pelacur tidak sama dengan kupukupu!!</title>
		<link>http://hazelniez.wordpress.com/2009/07/27/merekabukankupukupu/</link>
		<comments>http://hazelniez.wordpress.com/2009/07/27/merekabukankupukupu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 09:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[career]]></category>
		<category><![CDATA[feeling]]></category>
		<category><![CDATA[gallery thekupu]]></category>
		<category><![CDATA[language]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hazelniez.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya dapat garagara siaran Dunia Kampus untuk Segmen Bahasa Kita hari ini. Betapa tersulutnya emosi saya *sebentarsaja* ketika membaca: kupukupu, disinggung berhubungan dengan pelacur, dan itu adalah HASIL KONSPIRASI! Saya jadi keinget pertanyaan adek saya kemaren pas kita jalanjalan, dia nanya, &#8220;Kak, kenapa sih kakak suka kupukupu? Bukannya kupukupu itu konotasinya negatif?&#8221; Nah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=361&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Artikel ini saya dapat garagara siaran Dunia Kampus untuk <a title="bahasa kita" href="http://volarefm.blogspot.com/2009/07/bahasa-kita-psk-is-not-pelacur.html">Segmen Bahasa Kita</a> hari ini. Betapa tersulutnya emosi saya *sebentarsaja* ketika membaca: kupukupu, disinggung berhubungan dengan pelacur, dan itu adalah HASIL KONSPIRASI! Saya jadi keinget pertanyaan adek saya kemaren pas kita jalanjalan, dia nanya, &#8220;Kak, kenapa sih kakak suka kupukupu? Bukannya kupukupu itu konotasinya negatif?&#8221; Nah, pemikiran adek saya itu mestilah ulah oknum tak bertanggung jawab, sebagaimana yang disebut di tulisan di bawah ini:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;">Pekerja seks komersial, disingkat PSK; itulah nama yang digunakan di media-media massa untuk menyebut mereka.  Entah siapa sebenarnya yang pertama kali menggunakan istilah ini, namun yang jelas, nampaknya semua media sudah bersepakat (atau berkonspirasi?) untuk menggunakannya secara konsisten.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;">Pekerja; sebuah istilah yang sangat bagus.  Islam sangat menyukai kerja, apalagi kerja dalam rangka mencari nafkah.  Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari mengatakan bahwa tiada makanan yang lebih baik daripada yang merupakan hasil usaha tangan sendiri.  Sebuah hadits lainnya mengatakan bahwa orang yang merasa kelelahan karena mencari nafkah akan disenangi Allah, bahkan dosa-dosanya di malam itu (yaitu malam ketika ia merasa kelelahan setelah bekerja seharian) akan diampuni.  Ada juga hadits yang mengatakan bahwa diantara dosa-dosa yang tak bisa dihapus dengan pahala shalat, sedekah dan haji, ada yang bisa ditebus dengan kepayahan mencari nafkah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;">Seks; sebuah istilah yang juga mengundang banyak perhatian dalam agama Islam.  Berlainan dengan beberapa agama lainnya, Islam tidak memandang seks sebagai sesuatu yang buruk.  Islam menetapkan pahala bagi hubungan seks antara suami-istri.  Rasulullah saw. bersabda, jika menyalurkan hasrat seksual di jalan yang haram maka pasti berdosa.  Sebaliknya, jika menyalurkannya di jalan yang benar tentu berpahala.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;">Komersial; sebuah istilah yang selalu berkaitan dengan perniagaan.  Tidak ada salahnya berdagang dan mencari keuntungan, bahkan hal tersebut dicontohkan oleh Rasulullah saw.  Kemandirian finansial adalah hal yang sangat penting bagi seorang Muslim.  Islam juga sangat memperhatikan pentingnya kejujuran dan keridhaan dalam setiap transaksi jual-beli.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;">Jadi mengapa ketiga istilah yang sejatinya membicarakan hal-hal yang sangat ‘Islami’ ini kemudian diperkosa sedemikian rupa sehingga kombinasinya menghasilkan sebuah frase yang menggantikan kata “pelacur”?  Tak berhenti sampai di situ, muncul pula istilah baru lain, demi membela harkat dan martabat para pelacur, yaitu: kupu-kupu malam.  Kupu-kupu; hewan cantik yang hidupnya hinggap dari bunga ke bunga, yang melakukan puasa (saya tidak gunakan istilah <em>shaum</em> di sini untuk membedakannya dengan ibadah umat Muslim) untuk mengubah diri dari ulat yang buruk menjadi kupu-kupu yang manis.  Malam; waktu-waktu strategis yang digunakan untuk beristirahatnya manusia, bahkan fungsinya ini pun disebut-sebut dalam Al-Qur’an.  Apa dosa kupu-kupu dan malam sehingga mereka dikombinasikan untuk menghasilkan makna “pelacur”?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;"> </span><br />
<span style="font-family:arial,helvetica;"> </span><span style="font-family:arial,helvetica;">Keberpihakan manusia pada para pelacur memang luar biasa.  Mungkin karena banyak yang percaya pada sebuah anekdot sarkastis yang mengatakan bahwa pelacur adalah profesi yang paling tua di dunia.  Entah dari mana mereka mendapatkan data untuk mendukung hipotesis ini.  Yang jelas, pembelaan media terhadap pelacur nampaknya memang jauh lebih hebat daripada pembelaannya terhadap para ulama atau MUI.  Sebagian aktifis Islam yang menuntut ditegakkannya syariat Islam diberi label ‘preman berjubah’, sedangkan para pelacur nista disanjung sebagai ‘pekerja seks komersial’.  Mesti kita beri nama apakah para insan pers yang merekayasa peristilahan dalam bahasa Indonesia ini?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;"> </span><br />
<span style="font-family:arial,helvetica;"> </span><span style="font-family:arial,helvetica;">Masyarakat marah pada para pelacur.  Anak-anak mereka, suami-suami mereka, dan ayah-ayah mereka jadi tak bermoral gara-gara pelacuran.  Yang melacur pun tak lain adalah anak-anak gadis mereka, kakak-adik perempuan mereka, dan barangkali juga istri-istri dan ibu-ibu mereka juga.  Pemerintah yang menjunjung tinggi ‘kepentingan semua orang’ (termasuk kehendak para germo dan pelacur juga) kemudian mengajukan solusi: lokalisasi saja semua pelacur itu!  Supaya tidak memberi ekses negatif pada masyarakat, para pelacur pun dibikinkan kompleknya sendiri untuk bernista-ria bersama para pelanggannya.  Tapi para pelacur lebih pintar daripada pemerintah.  Untuk memangkas biaya, lokalisasi tidak hanya jadi tempat bekerja, tapi juga jadi tempat tinggal mereka.  Dan karena hukum ekonomi <em>supply and demand</em>, karena lokalisasi ramai dengan pengunjung, maka banyak yang melihatnya sebagai peluang bisnis.  Jualan makanan kecil, minuman ringan, atau buka warung, pasti laku.  Maka para pedagang pun berdatangan dan secara tidak langsung ikut menikmati bisnis pelacuran ini.  Karena pedagang pun ingin memangkas biaya, maka mereka pun tinggal di lokalisasi itu.  Para pelacur dan pedagang lebih pintar daripada pemerintah.  Alih-alih menjauhkan pelacuran dari komunitas masyarakat, lokalisasi malah menciptakan masyarakatnya sendiri.  Siklus beralih kembali, sehingga anak-anak mereka, suami-suami mereka, ayah-ayah mereka kembali jadi pelanggan para pelacur, sedangkan anak-anak perempuan mereka, kakak-adik perempuan mereka, istri-istri mereka dan ibu-ibu mereka pun menjadi pelacur pula.  Generasi apa yang bisa kita harapkan lahir dari sebuah komplek yang didominasi oleh para pelacur?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;"> </span><br />
<span style="font-family:arial,helvetica;"> </span><span style="font-family:arial,helvetica;">Setelah berhasil menguasai komplek lokalisasi, menyedot perhatian masyarakat yang dulu meminggirkannya, dan mendapatkan pembelaan dari media massa, para pelacur pun sudah berani untuk mendeklarasikan keinginannya untuk mendominasi DPRD.  Di Kabupaten Blitar, para pelacur sudah mengancam akan berdemo telanjang kalau Pemkab meneruskan niatnya untuk menutup tiga buah lokalisasi di kabupaten itu (ya, ada tiga!).  “Kami ini juga manusia yang butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga!” kata salah seorang dari mereka.  “Pemerintah harus manusiawi!” kata salah seorang aktifis yang membela mereka.  “Dari parkir saja, lokalisasi menyumbang dana 1,5 juta rupiah per bulan!” begitu kata koordinator salah satu lokalisasi.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
<span style="font-family:arial,helvetica;"> </span><span style="font-family:arial,helvetica;">Para pelacur memang luar biasa.  Kebobrokan moral bisa mereka tutupi dengan isu-isu kemanusiaan.  Segalanya dikonversi dalam satuan rupiah, sehingga nampak seolah-olah mereka adalah semacam ‘pahlawan devisa’ bagi pemerintah.  Tapi tak ada yang menghitung berapa banyak keluarga yang hancur berantakan gara-gara pelacuran, berapa banyak anak yang rusak moralnya karena lahir dan besar di lokalisasi, dan berapa orang yang terjangkit HIV/AIDS per tahunnya.  Konspirasi yang mereka galang nyaris sempurna.  Nyaris, karena nampaknya masih ada DPRD yang tak tersentuh.  Jangan heran kalau di pemilu-pemilu mendatang ada caleg yang terang-terangan mengaku dulunya berprofesi sebagai pelacur, atau dengan berapi-api menyatakan akan membela hak-hak para pelacur.  Ah, kenapa tidak sekalian saja bikin partai?  Partai Pelacur?</span><br />
<span style="font-family:arial,helvetica;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:arial,helvetica;">Ah, tapi para pelacur tak suka disebut pelacur.  Barangkali dalam waktu dekat ini, para penulis Kamus Besar Bahasa Indonesia pun akan dituntut untuk menghilangkan kata pelacur dari kosa kata bangsa Indonesia, selamanya!</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:arial,helvetica;">sumber: <a title="warnaislam" href="http://www.warnaislam.com/rubrik/opini/2009/7/17/39600/Konspirasi_Para_Pelacur.htm">warnaislam</a><br />
</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hazelniez.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hazelniez.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hazelniez.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hazelniez.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hazelniez.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hazelniez.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hazelniez.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hazelniez.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hazelniez.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hazelniez.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hazelniez.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hazelniez.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hazelniez.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hazelniez.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hazelniez.wordpress.com&amp;blog=1570295&amp;post=361&amp;subd=hazelniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hazelniez.wordpress.com/2009/07/27/merekabukankupukupu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82260ea34d429087558762e52ec24650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hazelniez</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
